NamakuGhalib

Tnggi besar , bisa gambar , gak ganteng , pendiem..... , penyabar , rada JOROK , fans IKIMONOGAKARI [band jepang] , hobi gambar ama main DotA.

Pages

Minggu, 19 Mei 2013 di 18.03 Diposting oleh Unknown 0 Comments


Pengertian dari Adverbal clauses :
  • Adverbial clause adalah dependent clause yang berfungsi sebagai adverb (kata keterangan) dan memberikan informasi tentang verb, adjective, atau adverb yang berada pada independent clause dengan kapasitasnya menjawab pertanyaan: how, when, where, why, atau to what degree.

  • Gabungan klausa ini dengan independent clause dinamakan dengan complex sentence (kalimat kompleks), yaitu kalimat yang terdiri dariindependent dan satu atau lebih dependent clause.

  • Adverbial clause dimulai dengan suatu kata yang disebut subordinate conjunction (when, after, because, though, etc). Kata ini berguna untuk menjembatani hubungan dengan independent clause yang diterangkan.

  • Macam-macam klausa ini antara lain: adverbial clause of time (waktu), place (tempat), cause & effect(sebab & akibat), purpose & result (tujuan & hasil),condition (pengandaian), contrast/consession (pertentangan), manner (cara), dan reason (alasan).

Contoh Adverbial Clause:

Complex Sentence
Keterangan
When he cleaned the kitchen, he found a lot of expired food.
(Dia membersihkan dapur ketika dia menemukan banyak makanan kadaluarsa.)
When= subordinate conjunction;
When he cleaned the kitchen= adverbial clause;
he found a lot of expired food= independent clause



Rumus Adverbial Clause

Rumus complex sentence dan adverbial clause adalah sebagai berikut :
Complex Sentence:
[Subject (+be/verb)] ≈ Independent Clause + Adverbial Clause

Adverbial Clause:

Subordinate Conjunction + S +V

Punctuation (Tanda Baca) pada Adverbial Clause

Adverbial clause dapat berada di awal kalimat, kemudian diikuti oleh independent clause. Sebaliknya, independent clause dapat berada di awal kalimat, kemudian diikuti oleh adverbial clause. Jika berada di awal, diujung klausa ini diberi tanda baca koma.
Contoh Complex Sentence:
  • Di awal: Because I had free time, I visited your house.
  • Di akhir: I visited your house because I had free time. (Saya rumahmu karena saya punya waktu luang.)

Fungsi Adverbial Clause

Fungsi dan contoh klausa kata keterangan ini dalam kalimat adalah sebagai berikut :
Fungsi
Contoh Adverbial Clause dalam Kalimat
Keterangan
memberikan informasi tentangverb
You were sleeping when she arrived.
(Dia tiba ketika kamu sedang tertidur.)
verb= were sleeping;
subordinate conjunction= when;
adverbial clause= when she arrived
memberikan informasi tentangadjective
Her face is fresh because she always does exercise and eats fruits.
(Wajahnya segar karena dia selalu berolahraga dan makan buah-buahan.)
adjective= fresh;
subordinate conjunction= because;
adverbial clause= because she always does exercise and eats fruits
memberikan informasi tentangadverb
He drove fast in order that he could arrive on time.
(Dia mengemudi dengan cepat agar dia dapat tiba tepat waktu.)
adverb= fast;
subordinate conjunction= in order that;
adverbial clause= in order that he could arrive on time

Macam dan Contoh Adverbial Clause dalam Kalimat

Macam-macam Adverbial clause, conjunction yang digunakan, serta contoh kalimatnya dapat dilihat pada tabel sebagai berikut.
Tipe Adverbial Clause
Conjunction
Contoh Adverbial Clause dalam Kalimat
Time
(waktu)
after, as, as long as, as soon as, at last, before, by the time, during, everytime, no, once, since, then, till, until, when, whenever, while
After I changed the APN name, I unpluged my modem and waited for 5 minutes.
(Setelah saya merubah nama APN, saya mencabut modem dan menunggu selama 5 menit.)
He was cleaning the kitchen when he found so much expired food.
(Dia sedang membersihkan dapur ketika dia menemukan begitu banyak makanan kadaluarsa.)
While I was studying in my room, I didn’t let someone else to disturb.
(Ketika saya sedang belajar di ruangan, saya tidak membiarkan orang lain mengganggu.)
Place
(tempat)
anywhere, everywhere, now where, where, wherever
I will visit a city where my old friend lives now.
(Saya akan mengunjungi kota dimana teman lama saya tinggal sekarang.)
Contrast
(pertentangan)
although, as the time, but, even if, even though, on the other hand, still, though, whereas, while, yet
Although many friends confronted her ambition, Yulia went forward such a tank.
(Meskipun banyak teman menentang ambisinya, Yulia maju terus seperti tank)
Though I’m annoyed, I try to think positively.
(Meskipun saya jengkel, saya mencoba untuk berpikir positif.)
Cause & Effect
(Sebab Akibat)
as, as long as, because, due to the fact that, how, inasmuch as, since, so..that, such..that, that
Because she had free time during last holiday, she rearranged her house.
(Karena dia punya waktu luang selama liburan lalu, dia menata ulang rumahnya.)
Reason
(tujuan)
in case, in order that, in the hope that, least, so that, to the end that
The woman cooks by herself in order that her family gets the best nutrition.
(Wanita itu memasak sendiri dengan tujuan keluarganya mendapatkan gizi terbaik.)
Rian drove fast so that he could arrived on time.
(Rian mengemudi dengan cepat agar dia dapat tiba tepat waktu.)
Condition
(syarat)
as long as/in so far as, even if, if, if..not, in case (that), in the event that, on condition that, only if, otherwise, provided/providing (that), suppose/supposing that, unless, whether or not
I’ll come to the party only if you accompany me.
(Saya akan datang ke pesta hanya jika kamu menemani.)
As long as you follow the traffic regulation, you won’t be ticketed.
(Jika kamu menikuti peraturan lalu lintas, kamu tidak akan ditilang.)
Unless the TV viewers gave her donations, she would not be able to buy gold, rice field, and house .
(Jika pemirsa TV tidak memberikan dia sumbangan, dia tidak akan dapat membeli emas, sawah, dan rumah.)
Do not forget to bring your boots, otherwise your feets will probably blister.
(Jangan lupa untuk membawa sepatu bot-mu, jika tidak kakimu mungkin akan lecet.)
Manner
(cara)
as, how, in that, the way
I wonder how I learn grammar uneffectively for almost fifteen years.
(Saya membayangkan bagaimana saya mempelajari grammar dengan tidak efektif selama hampir lima belas tahun.)
We sometimes do not realize the way God help us.
(Kita kadang tidak menyadari cara Tuhan menolong kita.)






Untuk mengungkapkan hubungan cause and effect dapat digunakan pola lain, yaitu :

1. Menggunakan Preposition seperti because of, due to, due to the fact that.
Contoh:
  • Because of the cold weather, we stayed home. (=We stayed home because of the cold weather)
  • Due to the cold weather, we stayed home. (=We stayed home due to the cold weather)
  • Due to the fact that the weather was cold, we stayed home. (=We stayed home due to the fact that the weather was cold)

2. Menggunakan kata penghubung (conjunction) seperti because, since, now, that, as, as long as, inasmuch as.
Contoh:
  • Because he was sleepy, he went to bed.
  • Since he's not interested in classical music, he decided not to go to the concert.
  • Inasmuch as the two government leaders could not reach an agreement, the possibilities for peace are still remote.

3. Menggunakan transition words seperti therefore, consequently.
Contoh:
  • Alex failed the test because he didn't study.
  • Alex didn't study. Therefore, he failed the test.
  • Alex didn't study. Consequently, he failed the test.

Catatan:
Beberapa Adverb Clause dapat diubah menjadi Modifying Phrases dengan cara:
1. Menghilangkan subjek dari dependent Clause dan verb (be).
Contoh:
a. ADVERB CLAUSE : While I was walking to class, I ran into an old friend.
b. MODIFYING PHRASE : While walking to class, I ran into an old friend.

2. Jika dalam Adverb Clauset idak ada be, hilangkanlah subjek dan ubahlah verb dalam Adverb Clause bitu menjadi bentuk -ing.
Contoh:
a. ADVERB CLAUSE : Before I left for work, I ate breakfast.
b. MODIFYING PHRASE : Before leaving for work, I ate breakfast.










Adverb Clause dapat diubah menjadi Modifying Phrase jika subjek dari adverb Clause dan subjek dari main Clause sama.
Contoh:
1. DAPAT DIRUBAH
  • While I was sitting in class, I fell asleep ->While sitting in class, I fell asleep.
  • While Ann was sitting in class, she fell asleep -> While sitting in class, Ann fell asleep.
  • Since Mary came to this country, she has made many friends ->Since coming to this country, Mary has made many friends.

2. TIDAK DAPAT DIRUBAH
  • While the teacher was lecturing to the class, I fell asleep.
  • While we were walking home, a frog hopped across the road in front of us.





































DAFTAR PUSTAKA




Sabtu, 19 Januari 2013 di 00.38 Diposting oleh Unknown 0 Comments


SEJARAH TARI PIRING

Tari piring merupakan salah satu dari berbagai kebudayaan yang dimiliki oleh masyarakat Sumatera barat tepatnya masyarakat minangkabau. Tarian Piring dulu diciptakan untuk memberikan persembahan kepada dewa-dewa dalam memasuki masa panen, namun dengan datangnya Islam Tarian Piring tidak lagi untuk dipersembahkan kepada dewa-dewa tetapi untuk majlis-majlis keramaian yang dihadiri bersama oleh raja-raja atau pembesar negeri juga dalam acara keramaian lainnya seperti pesta perkawinan.

Sejarah adanya tari piring yang dilakukan oleh masyarakat minangkabau tidak dapat dipastikan kapan mulanya tarian piring itu ada, namun dipercayai bahawa ia telah wujud sekian lama di kepulauan Melayu sejak lebih 800 tahun yang lalu. Tarian ini dipercayai telah bertapak di Sumatra Barat atau lebih dikenali sebagai Minangkabau, dan berkembang hingga ke zaman Sri Viiaya. Kemunculan kerajaan Majapahit pada kurun ke 16, yang menjatuhkan kerajaan Sri Vijaya telah mendorong perkembangan Tari Piring ke negeri-negeri Melayu bersama-sama penghijrah atau orang-orang pelarian Sri Vijaya ketika itu.
URUTAN PROSESI TARI PIRING
Tarian piring dapat dilakukan dalam berbagai cara atau versi untuk melakukan tariannya, itu semua tergantung dimana tempat atau kampong dimana Tarian Piring itu diamalkan. Namun tidak begitu banyak perbedaan dari Tari Piring yang dilakukan dari satu tempat dengan tempat yang lainnya, khususnya mengenai konsep, pendekatan dan gaya persembahan. Secara keseluruhannya, untuk memahami bagaimana sesebuah Tari Piring dipersembahkan, berikut adalah urutan atau susunan sesebuah persembahannya.
1. Persiapan awal.

Sudah menjadi kebiasaan bahawa sesebuah persembahan kesenian harus dimulakan dengan persediaan yang rapi. Sebelum sesebuah persembahan diadakan, selain latihan untuk mengujudkan kecekapan, para penari Tari Piring juga seharusnya mempunyai latihan penafasan yang baik agar tidak kacau sewaktu membuat persembahan.


Menjelang hari atau masa persembahan, para penari Tari Piring mestilah memastikan agar piring-piring yang mereka akan gunakan berada dalam keadaan baik. Piring yang retak atau sumbing harus diketepikan atau digantikan dengan yang lain, agar tidak membahayakan samada kepada diri sendiri atau orang ramai yang menonton. Ketika ini juga penari telah memutuskan jumlah piring yang akan digunakan.

Segera setelah berakhir persembahan Silat Pulut di hadapan pasangan pengantin, piring-piring akan diatur dalam berbagai bentuk dan susunan di hadapan pasangan pengantin mengikut jumlah yang diperlukan oleh penari Tari Piring dan kesesuaian kawasan. Dalam masa yang sama, penari Tari Piring telah bersiap sedia dengan menyarungkan dua bentuk cincin khas, iaitu satu di jari tangan kanan dan satu dijari tangan kiri. Penari ini kemudian memegang piring atau ceper yang tidak retak atau sumbing.
2. Memulakan tarian

Tari Piring akan bermula sebaik sahaja rebana dan gong dipukul oleh para pemusik. Penari akan memulakan Tari Piring dengan ‘sembah pengantin’ sebanyak tiga kali sebagai tanda hormat kepada pengantin tersebut iaitu; sembah pengantin tangan di hadapan sembah pengantin tangan di sebelah kiri sembah pengantin tangan di sebelah kanan
3. Semasa menari

Selesai dengan tiga peringkat sembah pengantin, penari Tari Piring akan memulakan tariannya dengan mencapai piring yang di letakkan di hadapannya serta mengayun-ayunkan tangan ke kanan dan kiri mengikut rentak muzik yang dimainkan. Penari kemudian akan berdiri dan mula bertapak atau memijak satu persatu piriring-piring yang telah disusun lebih awal tadi sambil menuju ke arah pasangan pengantin di hadapannya. Pada kebiasaannya, penari Tari Piring akan memastikan bahawa semua piring yang telah diatur tersebut dipijak. Setelah semua piring selesai dipijak, penari Tari Piring akan mengundurkan langkahnya dengan memijak semula piring yang telah disusun tadi. Penari tidak boleh membelakangkan pengantin.



Dalam masa yang sama kedua-dua tangan akan berterusan dihayun ke kanan dan ke kiri sambil menghasilkan bunyi ‘ting ting ting ting …….’ hasil ketukan jari-jari penari yang telah disarung cincin dangan bahagian bawah piring. Sesekali, kedua-dua tapak tangan yang diletakkan piring akan dipusing-pusingkan ke atas dan ke bawah disamping seolah-olah memusing-musingkannya di atas kepala
4. Mengakhiri persembahan

Sesebuah persembahan Tari Piring oleh seseorang penari akan hanya berakhir apabila semua piring telah dipijak dan penari menutup persembahannya dengan melakukan sembah penutup atau sembah pengantin sekali lagi. Sembah penutup juga diakhiri dengan tiga sembah pengantin dengan susunan berikut; sembah pengantin tangan sebelah kanan sembah pengantin tangan sebelah kiri sembah pengantin tangan sebelah hadapan

MAKNA PROSESI TARI PIRING
Tari Piring dikatakan tercipta daripada ”wanita-wanita cantik yang berpakaian indah, serta berjalan dengan lemah lembut penuh kesopanan dan ketertiban ketika membawa piring berisi makanan yang lezat untuk dipersembahkan kepada dewa-dewa sebagai sajian. Wanita-wanita ini akan menari sambil berjalan, dan dalam masa yang sama menunjukan kecakapan mereka membawa piring yang berisi makanan tersebut”. Kedatangan Islam telah membawa perubahan kepada kepercayaan dan konsep tarian ini. Tari Piring tidak lagi dipersembahkan kepada dewa-dewa, tetapi untuk majlis-majlis keramaian yang dihadiri bersama oleh raja-raja atau pembesar negeri.
Keindahan dan keunikan Tari Piring telah mendorong kepada perluasan persembahannya dikalangan rakyat jelata, yaitu dimajlis-majlis perkawinan yang melibatkan persandingan. Dalam hal ini, persamaan konsep masih wujud, yaitu pasangan pengantin masih dianggap sebagai raja yaitu ‘Raja Sehari’ dan layak dipersembahkan Tari Piring di hadapannya ketika bersanding.

Tari Piring mempunyai peranan yang besar didalam adat istiadat perkawinan masyarakat Minangkabau. Pada dasarnya, persembahan sesebuah Tari Piring di majlis-majlis perkawinan adalah untuk tujuan hiburan semata-mata. Namun persembahan tersebut boleh berperanan lebih daripada itu. Persembahan Tari Piring didalam sesebuah majlis perkawinnan boleh dirasai peranannya oleh empat pihak yaitu; kepada pasangan pengantin kepada tuan rumah kepada orang ramai kepada penari sendiri.

Pada kebiasaannya, pakaian yang berwarna-warni dan cantik adalah perkara wajib bagi sesebuah tarian. Tetapi bagi Tari Piring, memadai dengan berbaju Melayu dan bersamping saja. Warna baju juga adalah terserah kepada penari sendiri untuk menentukannya. Namun, warna-warna terang seperti merah dan kuning sering menjadi pilihan kepada penari Tari Piring kerana ia lebih mudah di lihat oleh penonton.

Alat musik yang digunakan untuk mengiringi Tari Piring, memadai dengan pukulan Rebana dan Gong sahaja. Pukulan Gong amat penting sekali kerana ia akan menjadi panduan kepada penari untuk menentukan langkah dan gerak Tari Piringnya. Pada kebiasaannya, kumpulan Rebana yang mengiringi dan mengarak pasangan pengantin diberi tanggungjawab untuk mengiringi persembahan Tari Piring. Namun, dalam keadaan tertentu Tari Piring boleh juga diiringi oleh alat musik lain seperti Talempong dan Gendang.
Daftar Pustaka :

    About Me

    Followers